Masih Ingatkah Kita Pada Kota Tua Itu?

2 Aug 2009

Bangunan tua itu seakan menjulang tinggi di depan kami yang memandang takjub, pada kearsitekannya yang indah memanjakan mata,,, pada keponggahannya karena telah dimakan usia,,,

Terlalu tua,, dan terlalu dini untuk mengenal si tua itu… si Tua yang berdiri kokoh di kawasan Kota Tua Jakarta, Jl. Taman Fatahillah No 1, Jakarta Barat,, atau yang lebih dikenal bertempat di jalan Beos, itu…

Terlalu dini saya rasa mengenal si Tua itu,,, karena jujur baru kali itu saya berkunjung ke museum,, atas inisiatif pribadi saat ada waktu senggang dan jenuh berada di rumah. Tiba-tiba benak saya menunjuk kata museum… saya ingin sekali ke sana, melihat semua hal yang pernah terjadi jauh sebelum saya lahir ke bumi… mungkin!

Dan saya memulainya dengan memilih museum yang terdekat dari rumah saya,, yaitu museum Sejarah Jakarta yang bertempat di gedung yang pernah digunakan sebagai Balai Kota Batavia tahun 1707 peninggalan VOC. Ternyata menarik sekali saat masuk ke dalamnya… meskipun cahaya di dalam tiap ruang tidak terlalu terang karena lebih mengandalkan cahaya matahari daripada lampu. Hal itu tidak menyurutkan keingintahuan saya tentang benda-benda artistik yang berada di dalamnya.

Setelah ditelusuri ternyata di museum Sejarah Jakarta itu banyak sekali koleksi benda-benda peninggalan yang menggambarkan perkembangan Jakarta dari masa pra-sejarah hingga masa kini. Koleksi tersebut antara lain berupa replika peninggalan masa Tarumanegara dan Sunda, mebel antik abad 17 hingga 19, yang merupakan perpaduan gaya Eropa, Cina, dan Indonesia sekalius mencerminkan gaya hidup penduduk Batavia. Dan berbagai macam koleksi benda lainnya yang sangat unik dan menarik untuk dipandang.

Tak jarang saya dan kedua adik saya mengambil foto di beberapa tempat yang bagus menurut kami. Oh, ya,,, yang lebih menarik lagi museum itu juga memamerkan koleksi berupa perkakas orang Betawi, ondel-ondel boneka khas Betasayai, hingga meriam si Jagur yang sempat populer. Sebelum kami masuk ke museum itu pun si meriam sudah tampil dengan pongahnya di depan museum… membikin kami ingin berfoto bersamanya, seakan ikut menjadi pejuang,,, hehe…

Beralih ke tempat selanjutnya masih di museum Sejarah Jakarta… kami melihat bekas tempat hukuman dan penjara yang pernah digunakan pada masa itu bagi orang-orang yang dianggap membangkang terhadap pemerintahan Belanda. Subhanallah, sungguh miris dan sedih sekali saya melihat tempat itu. Sungguh jauh dari perikemanusian dan perikeadilan… sungguh! Tempat itu begitu sumpek, bau, sempit, pengap, kotor, lembab, dengan dinding batu yang dingin dan pendek. Para tahanan itu mungkin menjadi bungkuk setelah keluar sekian lama dari penjara itu karena temboknya pendek sekali, sehingga orang yang masuk ke dalamnya harus merundukkan sebagian badannya alias berjongkok.

Saya gak bisa membayangkan penderitaan dan siksaan yang para pejuang kita rasakan. Seharusnya kita sebagai generasi yang sudah hidup enak ini senantiasa mendoakan para pejuang dan pahlawan kita agar mereka mendapatkan ridho-Nya atas apa yang telah mereka lakukan dulu. Amin.

Pergi sebentar saja ke museum itu, hati saya benar-benar tersentuh. Rasa nasionalisme dan patriotisme saya sedikit bertambah kuat. Saya cinta Indonesia. Saya cinta para pahlawan kita yang dulu dengan gagah berani berjuang jiwa raga serta rela mengorbankan harta benda dan jiwa mereka… hanya untuk sebuah bendera merah putih yang saat itu dengan susah payah dapat ditancapkan di sebuah tiang bendera.

Kini sang saka merah putih itu dapat berkibar di seluruh penjuru Indonesia… Tapi kadang, jujur, kita malas untuk sekedar memberinya hormat barang beberapa detik saja saat upacara bendera di sekolah berlangsung, iya gak siy?

Keep ure spirit, guys..!

March 12, 2009 at home my zone comfortable,,,


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post